PERBEDAAN DOMAIN DAN HOSTING

Elroy Mariano

Apakah itu web hosting? Web hosting adalah layanan online untuk mengonlinekan website atau aplikasi web di internet. Server merupakan komputer fisik yang dijalankan tanpa adanya interupsi sehingga website Anda bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyberberbahaya, […]

Apakah itu web hosting? Web hosting adalah layanan online untuk mengonlinekan website atau aplikasi web di internet. Server merupakan komputer fisik yang dijalankan tanpa adanya interupsi sehingga website Anda bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyberberbahaya, dan memindahkan konten (teks, gambar, file) dari server ke browser pengunjung situs kita.

Jika ingin membuat website, maka langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mencari perusahaan hosting yang menyediakan space server. Web host menyimpan semua file, aset, dan database pada server. Ketika seseorang mengetikkan nama domain ke kolom addressbrowser, host akan mentransfer semua file yang dibutuhkan untuk menyelesaikan request.

Pada dasarnya, cara kerja web hosting hampir sama ketika kita hendak menyewa rumah. kita harus membayar biaya sewa setiap bulan agar server bisa berfungsi penuh.

Server merupakan komputer fisik yang dijalankan tanpa adanya interupsi sehingga website Anda bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyber berbahaya, dan memindahkan konten (teks, gambar, file) dari server ke browser pengunjung situs kita.

Jenis-jenis Web Hosting

Masing-masing penyedia jasa web host menawarkan jenis hosting yang berbeda agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien. Berikut contoh hosting yang sering digunakan:

  • Shared Hosting
  • VPS (Virtual Private Server) Hosting
  • Cloud Hosting
  • WordPress Hosting
  • Dedicated Server Hosting

Semakin berkembang website kita, maka semakin besar pula space yang dibutuhkan. Mulailah mengonlinekan website Anda di paket dasar Shared hosting. Jika website kita sudah mulai ramai dikunjungi, silakan upgrade ke hosting yang lebih tinggi.

Biasanya penyedia web hosting menawarkan lebih dari satu paket hosting untuk setiap jenis hosting. Misalnya di Hostinger, layanan shared hosting biasanya menawarkan tiga paket hosting.

1. Shared Hosting

Shared hosting merupakan tipe web hosting yang paling banyak digunaka. Paket ini menjadi pilihan yang pas untuk blog dan website sederhana. Ketika kita bertanya tentang apa itu web hosting, biasanya user akan merujuk pada shared hosting. Dengan shared hosting, kita berbagi server dengan klien lainnya di provider hosting yang sama. Website yang dionlinekan di server yang sama berbagi semua resource, seperti memori, computing power, disk space, dan lain-lain.

Kelebihan:

  • Murah
  • Mudah digunakan oleh pemula (bahkan tak harus menguasai bahasa pemrograman)
  • Pre-configured server
  • Control panel yang mudah digunakan
  • Maintenance dan administrasi server dilakukan oleh penyedia hosting

Kekurangan:

  • Sedikit atau sama sekali tidak dapat mengontrol konfigurasi server
  • Apabila traffic tinggi di website pengguna lain, maka hal tersebut akan memengaruhi kinerja situs kita nantinya

2. VPS Hosting

Dengan menggunakan VPS (Virtual Private Server) hosting, kita masih berbagi server dengan pengguna lainnya. Akan tetapi, penyedia web hosting telah mengalokasikan beberapa bagian untuk kita sendiri di server. Hal ini berarti kita mendapatkan space server yang dedicated dan memperoleh sejumlah power computing dan memory. Selain itu, VPS hosting merupakan pilihan yang tepat bagi pengguna website bisnis yang trafficnya tinggi.

Kelebihan:

  • Space server yang dedicated (tanpa harus membeli server dedicated)
  • Peningkatan traffic di website lain tidak berdampak bagi performa situs kita
  • Akses root ke server
  • Scalability yang mudah
  • Dapat dikelola sendiri

Kekurangan:

  • Sangat mahal jika dibandingkan dengan shared hosting
  • Harus menguasai informasi dan pengetahuan teknis terkai manajemen server

3. Cloud Hosting

Saat ini, cloud hosting merupakan paket yang paling banyak disukai di pasaran karena literally tanpa downtime. Dengan cloud hosting, Anda dapat menggunakan sekelompok server. File dan resource direplikasi di setiap server. Ketika salah satu server cloud sibuk atau bermasalah, maka traffic situs Anda akan secara otomatis di-route ke server lainnya dalam cluster.

Kelebihan:

  • Sedikit bahkan tidak ada downtime
  • Jika server error, sama sekali tidak akan memengaruhi situs kita
  • Alokasi resource sesuai permintaan
  • Bayar sesuai dengan yang Anda gunakan
  • Lebih scalable daripada VPS

Kekurangan:

  • Biaya sulit diperkirakan
  • Akses root tidak selalu tersedia

 

Selain layanan website hosting, kita juga harus membeli domain. Namun, apa perbedaan web hosting dan nama domain? Website hosting adalah space server untuk situs kita, sedangkan domain merupakan alamat situs kita – misalnya, nama domain kita adalah domainesia.com. Jika user ingin mengakses situs kita, maka mereka akan mengetikkan nama domain ke kolom address browser. Server, kemudian, akan memindahkan konten yang diminta.

Di sebagian besar web host, Anda harus membeli nama domain secara terpisah. Di sisi lain, jika sebelumnya Anda sudah memiliki nama domain, kita dapat mentransfernya ke penyedia hosting saat ini. Sama halnya dengan paket hosting, kita wajib membayar nama domain setiap tahun untuk mengamankan kepemilikan domain.

Next Post

The Wiley Handbook Of Psychology, Technology, And Society

With advances in technology, demand for computer engineering specialists is high. Step 9: Click on Login and enter in your Google Video Account info. Adding our Enhanced Gadget cowl will assist you to cowl as many gadgets as you may safely carry with you on vacation. Virtually half of all […]